Beberapa Info Mengenai Samsung Galaxy S10

Beberapa Info Mengenai Samsung Galaxy S10

Daftargadgetterbaru.web.id – Samsung yang merupakan salah satu perusahaan smartphone terbesar didunia terus melakukan inovasi demi inovasi dalam setiap smartphone yang di rilisnya. Kali ini, kami akan membahas mengenai info mengenai samsung galaxy S10 yang digadang gadang smartphone ini memiliki spesifikasi yang jauh lebih tinggi ketimbang iPhone seri X. Berikut ini langsung saja kita bahas info mengenai samsung S10 :

1. Layar besar melebihi iPhone XS Max
Informasi yang dilangsir dari Wall Street Journal menyebutkan bahwa smartphone ini memiliki ukuran layar 6,7 inci. Besarnya layar itu kurang lebih dapat disandingkan dengan iPhone XS Max yang memiliki ukuran 6,5 inci.

2. Enam kamera untuk satu ponsel
Mungkin kemarin kamu sudah kaget ketika mendengar adanya kabar terdapat smartphone yang memiliki lima kamera. Kalau begitu, kamu perlu kaget lagi karena S10 dikabarkan memiliki enam kamera. Dua kamera di depan, empat kamera di belakang.

3. Pionir dari jaringan 5G
S10 juga dikabarkan akan memilii jaringan 5G penuh. Jika benar kabar ini, maka Galaxy S10 akan menjadi salah satu ponsel pertama serta yang memulai era 5G.

4. Empat varian yang berbeda
Ponsel terbaru dari Samsung ini juga dikabarkan memiliki tiga varian lainnya. Tidak diketahui apakah varian itu hanya meliputi warna saja ataukah juga spesifikasinya. Yang jelas, spekulasi paling mendekati adalah masalah layar. Diperkirakan variasi itu akan memiliki layar dengan ukuran antara 5,8 hingga 6,4 inci dengan adanya model low-budget.

Baca Juga : Beberapa Smartphone Gaming Tergesit RAM 12 GB

5. Dapat mengisi daya baterai ponsel lain dan in-display fingerprint
Ponsel ini belum memiliki desain final, tapi sampai sejauh ini terdapat rumor S10 akan memiliki fitur yang membuat dirinya dapat mengisi daya baterai ponsel lain. Sistemnya menggunakan wirelessly yang mana itu akan mirip Huawei’s Mate 20 Pro. Tak hanya itu, fitur pengenal fingerprint akan langsung diletakkan di bawah layar, membuatmu bisa langsung membuka kunci dengan sidik jari hanya dengan menekan layar.

6. Adanya rumor menggunakan sensor ultrasonik
Ini adalah pengembangan baru untuk fingerprint sensor dengan menggunakan konsep ultrasonik. Rumornya, fitur ini hanya akan diberikan kepada varian S10 dan S10+. Namun hal itu dibantah dengan adanya laporan dari Korea Selatan jika tiga varian S10 akan mendapatkan fitur itu, sedangkan yang versi low-budget akan mendapatkan optical fingerprint sensor.

Alasan Samsung Jorjoran Merilis Ponsel Galaxy A di 2019

Alasan Samsung Jorjoran Merilis Ponsel Galaxy A di 2019

Daftargadgetterbaru.web.id – Apakah anda pengguna samsung ? Ataukah anda pengguna merk smartphone lain ? Mari kita simak beberapa info terbaru mengenai Samsung yang saat ini sedang memiliki banyak pesaing.

Persaingan panas di segmen ponsel papan tengah (mid-range) ikut mempengaruhi Samsung selaku vendor yang masih memegang gelar pabrikan smartphone nomor satu di Indonesia. Awal tahun ini, Samsung merombak lini ponsel entry-level dan mid-range besutannya dengan memangkas lini Galaxy J yang digantikan oleh seri Galaxy A terbaru. Lineup Galaxy A Samsung di Indonesia kini memiliki jangkauan harga lebih luas, mulai dari Rp 1 jutaan (Galaxy A2 Core, A10), hingga Rp 5 jutaan (Galaxy A70). Jumlah model yang ditawarkan pun tergolong banyak dan diperkenalkan dalam waktu relatif singkat.

Samsung jor-joran dengan lini Galaxy A. Dalam empat bulan pertama 2019, tak kurang dari 10 model smartphone Galaxy A sudah diperkenalkan. Sebanyak 6 model di antaranya telah dipasarkan di Indonesia, seperti bisa dilihat di situs Samsung. Belum lagi seri Galaxy M yang juga terdiri dari beberapa model dan menyasar pasar penjualan online. Karakter konsumen berubah Senior Product Marketing Manager Samsung Indonesia Selvia Gofar mengatakan lini ponsel Galaxy J dipangkas lantaran konsumennya memang sudah menipis, khususnya di kota-kota besar. Selvia menjelaskan bahwa hal tersebut disebabkan oleh karakter konsumen yang berubah. Dia mengatakan, Galaxy J dimaksudkan untuk menggaet para pengguna feature phone yang hendak pindah ke smartphone. Para pengguna smartphone awal ini tidak terlalu begitu memperhatikan spesifikasi perangkat.

Baca Juga : SMK Purbalingga Ujian Nasional Dengan Hp

Namun, keadaannya sekarang sudah berubah. Selvia menyebut konsumen sudah lebih “melek” sehingga tren kebutuhan bergeser ke spesifikasi mumpuni dan fitur kekinian.

“Sekarang smartphone di bawah Rp 2 juta itu juga dirasa kurang bagi konsumen. Itu yang memicu kenapa porsi segmen menengah menjadi lebih tinggi,” ujar Selvia ketika diwawancarai KompasTekno beberapa waktu lalu. “Karena ada kompetisi juga, kami melakukan revolusi lewat lini Galaxy A dengan banyak perubahan spesifikasi yang cukup menjawab kebutuhan konsumen sekarang.” imbuhnya.

Tak bisa bersaing di pasar Risky Febrian, Market Analyst dari lembaga riset pasar IDC mengemukakan pendapat senada. Menurut dia, perampingan lini smartphone Samsung dengan menghilangkan seri Galaxy J dilatarbelakangi oleh kompetisi ketat di pasaran. “Dilihat dari kuartal-kuartal sebelumnya, Samsung banyak kehilangan market share di segmen low-end dan ultra low-end karena seri J tidak bisa bersaing di pasar,” ujar Risky.

IDC mencatat upaya Samsung agresif di pasar dengan seri Galaxy A mulai berbuah manis. Risky mengatakan ada peningktan angka pengiriman ponsel Samsung pada kuartal pertama 2019. “Sejauh ini bisa mempertahankan market share Samsung,” katanya. Di tingkat global, tahun lalu kepala bisnis smartphone Samsung DJ Koh sebenarnya sudah memberikan indikasi bahwa Samsung akan menerapkan strategi bisnis baru di 2019 dengan lebih memperhatikan ponsel kelas menengah, tak melulu high-end. Fitur-fitur andalan dan teknologi baru akan ditambahkan di produk mid-range untuk memberikan diferensiasi dari pesaing. Produk papan tengah macam ini, kata dia, bisa jadi akan dirilis lebih sering dari sebelumnya.

Pernyataan Koh diamini oleh Head of Product Marketing Samsung Indonesia Denny Galant. “Entry-level tidak akan ditinggalkan, tapi produk kelas menengah akan lebih banyak,” ujarnya. Untuk lebih jauh menelisik fenomena ponsel menengah yang kian menarik di Indonesia.