Samsung Punya Galaxy M dan Galaxy A di Rentang Harga Serupa

Samsung Punya Galaxy M dan Galaxy A di Rentang Harga Serupa

Daftargadgetterbaru.web.id – Tahun ini, Samsung memutuskan untuk mulai menyederhanakan lini smartphone besutannya. Perusahaan asal Korea Selatan itu kini hadir dengan lini baru yakni Galaxy M, selain tetap mempertahankan Galaxy S, Galaxy A dan Galaxy Note.

Namun yang menjadi pertanyaan, ada beberapa produk dari seri tersebut yang memiliki harga bersinggungan, terutama untuk seri Galaxy A dan Galaxy M. Kedua lini itu dapat dikatakan memiliki beberapa produk di rentang harga yang sama.

Lantas, apa yang membedakan kedua model tersebut? Menurut Senior Product Marketing Manager SEIN, Selvia Gofar, perbedaan kedua produk tersebut adalah target pasar yang disasar Samsung.

“Galaxy M merupakan lini yang ditujukan untuk pengguna dengan banyak aktivitas, sedangkan Galaxy A memang menyasar generasi Live atau generasi muda,” tuturnya saat ditemui usai peluncuran Galaxy M30 di Jakarta.

Oleh sebab itu, Samsung menghadirkan Galaxy M dengan sederet fitur yang mendukung penggunaan dasar sehari-hari. Beberapa di antaranya adalah baterai yang besar, layar bagus, dan kemampuan kamera apik.

Sementara Galaxy A hadir dengan beragam fitur yang mendukung kebiasaan generasi milenial dalam membuat konten. Selain itu, lini Galaxy A juga hadir dalam rentang harga yang lebih luas.

“Jadi, nanti konsumen atau pasar yang akan memilih produk yang sesuai dengan kebutuhannya masing-masing,” ujar Selvia menuturkan. Sekadar informasi, Samsung sendiri baru saja merilis Galaxy M30 sebagai produk terbaru lini Galaxy M di Indonesia.

Baca Juga : Huawei Tak Dapat Pastikan Mate 30 Meluncur dengan Android

Harga Samsung Galaxy M30

Samsung kembali menambah deretan smartphone anyar dalam lini Galaxy M. Kali ini, vendor asal Korea Selatan itu memperkenalkan Galaxy M30 untuk pasar Indonesia.

Sesuai namanya, Galaxy M30 merupakan model dengan spesifikasi paling tinggi untuk lini Galaxy M, setidaknya hingga saat ini. Hal itu dapat dilihat dari hardware yang disertakan Samsung di perangkat ini.

Samsung Galaxy M30 dibekali Exynos 7904 yang dipadukan dengan RAM 4GB dan memori internal 64GB. Galaxy M30 hadir dengan layar Super AMOLED berukuran 6,4 inci dan memiliki desain Infinity U.

“Penetrasi smartphone yang makin meluas dan kebutuhan meningkat. Kami merilis Galaxy M30 untuk pengguna dengan aktivitas tinggi sebab hadir dengan baterai besar, kamera mumpuni, dan layar yang bagus,” ujar Head of IT & Mobile Business SEIN, Denny Galant, saat peluncuran Galaxy M30 di Jakarta,

Beralih ke sektor kamera, Samsung menyertakan tiga kamera belakang yang masing-masing beresolusi 13MP untuk lensa utama, 5MP lensa wide-angle, dan 5MP depth sensor. Urusan selfie diserahkan pada kamera depan beresolusi 16MP.

Seperti dua seri sebelumnya, Samsung kembali membenamkan baterai berkapasitas besar di Samsung Galaxy M30. Smartphone ini memiliki baterai 5.000mAh yang sudah mendukung fitur fast charging 15W.

Alasan Samsung Jorjoran Merilis Ponsel Galaxy A di 2019

Alasan Samsung Jorjoran Merilis Ponsel Galaxy A di 2019

Daftargadgetterbaru.web.id – Apakah anda pengguna samsung ? Ataukah anda pengguna merk smartphone lain ? Mari kita simak beberapa info terbaru mengenai Samsung yang saat ini sedang memiliki banyak pesaing.

Persaingan panas di segmen ponsel papan tengah (mid-range) ikut mempengaruhi Samsung selaku vendor yang masih memegang gelar pabrikan smartphone nomor satu di Indonesia. Awal tahun ini, Samsung merombak lini ponsel entry-level dan mid-range besutannya dengan memangkas lini Galaxy J yang digantikan oleh seri Galaxy A terbaru. Lineup Galaxy A Samsung di Indonesia kini memiliki jangkauan harga lebih luas, mulai dari Rp 1 jutaan (Galaxy A2 Core, A10), hingga Rp 5 jutaan (Galaxy A70). Jumlah model yang ditawarkan pun tergolong banyak dan diperkenalkan dalam waktu relatif singkat.

Samsung jor-joran dengan lini Galaxy A. Dalam empat bulan pertama 2019, tak kurang dari 10 model smartphone Galaxy A sudah diperkenalkan. Sebanyak 6 model di antaranya telah dipasarkan di Indonesia, seperti bisa dilihat di situs Samsung. Belum lagi seri Galaxy M yang juga terdiri dari beberapa model dan menyasar pasar penjualan online. Karakter konsumen berubah Senior Product Marketing Manager Samsung Indonesia Selvia Gofar mengatakan lini ponsel Galaxy J dipangkas lantaran konsumennya memang sudah menipis, khususnya di kota-kota besar. Selvia menjelaskan bahwa hal tersebut disebabkan oleh karakter konsumen yang berubah. Dia mengatakan, Galaxy J dimaksudkan untuk menggaet para pengguna feature phone yang hendak pindah ke smartphone. Para pengguna smartphone awal ini tidak terlalu begitu memperhatikan spesifikasi perangkat.

Baca Juga : SMK Purbalingga Ujian Nasional Dengan Hp

Namun, keadaannya sekarang sudah berubah. Selvia menyebut konsumen sudah lebih “melek” sehingga tren kebutuhan bergeser ke spesifikasi mumpuni dan fitur kekinian.

“Sekarang smartphone di bawah Rp 2 juta itu juga dirasa kurang bagi konsumen. Itu yang memicu kenapa porsi segmen menengah menjadi lebih tinggi,” ujar Selvia ketika diwawancarai KompasTekno beberapa waktu lalu. “Karena ada kompetisi juga, kami melakukan revolusi lewat lini Galaxy A dengan banyak perubahan spesifikasi yang cukup menjawab kebutuhan konsumen sekarang.” imbuhnya.

Tak bisa bersaing di pasar Risky Febrian, Market Analyst dari lembaga riset pasar IDC mengemukakan pendapat senada. Menurut dia, perampingan lini smartphone Samsung dengan menghilangkan seri Galaxy J dilatarbelakangi oleh kompetisi ketat di pasaran. “Dilihat dari kuartal-kuartal sebelumnya, Samsung banyak kehilangan market share di segmen low-end dan ultra low-end karena seri J tidak bisa bersaing di pasar,” ujar Risky.

IDC mencatat upaya Samsung agresif di pasar dengan seri Galaxy A mulai berbuah manis. Risky mengatakan ada peningktan angka pengiriman ponsel Samsung pada kuartal pertama 2019. “Sejauh ini bisa mempertahankan market share Samsung,” katanya. Di tingkat global, tahun lalu kepala bisnis smartphone Samsung DJ Koh sebenarnya sudah memberikan indikasi bahwa Samsung akan menerapkan strategi bisnis baru di 2019 dengan lebih memperhatikan ponsel kelas menengah, tak melulu high-end. Fitur-fitur andalan dan teknologi baru akan ditambahkan di produk mid-range untuk memberikan diferensiasi dari pesaing. Produk papan tengah macam ini, kata dia, bisa jadi akan dirilis lebih sering dari sebelumnya.

Pernyataan Koh diamini oleh Head of Product Marketing Samsung Indonesia Denny Galant. “Entry-level tidak akan ditinggalkan, tapi produk kelas menengah akan lebih banyak,” ujarnya. Untuk lebih jauh menelisik fenomena ponsel menengah yang kian menarik di Indonesia.